Lilypie 1st Birthday Ticker

24 November 2008

Rute berangkat kantor (dari Sudirman Park ke Ratu Prabu 2)

Baru beli Holux M-241 (GPS Logger) kemaren Jumat, langsung dicoba bawa ke Bandung. Pulang pergi dicoba dihidupkan GPS Logger-nya, karena Laptop ditinggal di Jakarta, baru Minggu malem bisa dicoba hasil GPS-nya.

Install driver... done!
Install Holux utility untuk upload data logger dari GPS ke laptop... done!
Convert file .trl ke .kml supaya bisa dibuka di Google Earth.. done!

Dilihat hasilnya... Lumayan... Agak2 akurat juga.. Tapi kok aneh... Goggle Earth mengenali data logger sebagai waypoint yang banyaaaaak... Bukan sebagai Track..??! Waypoint yang banyak ini mungkin akibat setting yang gw pilih di GPS adalah Log by time = 5 detik. Jadi setiap lima detik, alat ini akan mengupdate lokasi, kecepatan, dan elevasi saat itu. Mmmm.. bingung...

Oke lah... Sekarang pengen coba di http://www.everytrail.com/. Karena pernah lihat di blog Pak Rachmad, dimana beliau menggunakan GPS Logger yang sama, dia menampilkan kembali track yang dia tempuh dan grafik kecepatan dan elevasinya. Menurut gw saat itu... cool!! :) Kembali lagi, gw coba upload file .gpx (dikonversi dari file .trl dengan program utility yang sama). Tapi eh...!! Kok data speed dan elevasinya ngga ada... http://www.everytrail.com/ tidak mengenali data speed dan eleveasinya.. Kok aneh ya?

Singkat cerita, besoknya gw coba googling... Trus tiba-tiba lari ke suatu forum, namanya malsingmaps (http://www.malsingmaps.com/forums/viewtopic.php?f=4&t=12053&st=0&sk=t&sd=a). Disana dibilang klo sebenernya Holux Utility itu ada bugnya. Dan disarankan untuk menggunakan NMEA to KMZ (http://homepage2.nifty.com/k8/gps/index.htm#003). Mmm.. gw coba deh.. Di program ini ada pilihan untuk mengubah file .trl ke .gpx, .kml, atau .kmz, dan laen-laen. Ada juga setting-setting yang bisa dipilih. Lalu dapet file .gpx-nya. Diupload ke http://www.everytrail.com/... Dan walaa.. Bisa euy.. Keluar data speed dan elevasinya... Liat aja di bawah.. Ini data gw tadi pagi berangkat dari apartemen ke kantor..

Sudirman Park to Ratu Prabu 2

Map created by EveryTrail:GPS Geotagging

Keren ya?? Ntar pas pulang cobain lagi aah....

04 March 2008

Ternyata IM3....

Ga lama berselang setelah gw post blog gw sebelum ini tentang tarif XL yg akan berlaku 5 Maret 2008 ini, ternyata gw googling dan menemukan ternyata IM3 sejak 3 Maret 2008 telah memberlakukan tarif sejuta nol.. atau Rp 0,00000..... /detik. Wah?! Ketinggalan berita banget gw.

Sama seperti sebelumnya, gw coba mencari informasi resmi di website IM3. Tapi gw pun tetap kesulitan mencari info tentang tarif 'sejuta nol' ini. Satu-satunya info yg gw temukan adalah salah satu blog yg namanya kotamobagu.

Skema tarifnya, klo gw mencoba pahami dari blog itu (semoga gw ga salah mengerti), sama seperti sebelumnya (baca tarif IM3 Rp 0,01/detik dari blog gw sebelumnya di sini) tapi menurut dia, pola hitungan tarif tidak berubah.., sama seperti skema tarif Rp 0,01/detik, dimana untuk menelpon sesama Indosat, Rp 25/detik untuk 90 detik pertama dan selanjutnya Rp 0,01/detik, atau dalam hal promo ini adalah sejuta nol (Rp 0,000000... /detik). Mmm.. Secara matematis sih, ga jauh beda memang. Nilai 0,01 (tarif promo) dan 25 (tarif 90 detik pertama) itu perbedaannya sangat signifikan (0,04%) sehingga pengaruhnya sangat minimal. Lihat saja grafik perbandingan tarif yg sudah gw bikin sebelumnya. Bisa dilihat, gradien untuk IM3 setelah 90 detik itu cenderung mendekati 0 atau garis mendatar.

Jadi sebenarnya... mau tarif Rp 0,01/detik atau 'sejuta nol', ya... ini juga tetep akal-akalan Marketingnya IM3. Tapi menurut gw pribadi, akan lebih 'menggigit' klo dari pertama IM3 memang menjual jargon 'sejuta nol' sebelumnya, bukan Rp 0,01/detik.

Tarif XL jadi Rp 0,00001/detik per 5 Maret 2008??

Menindaklanjuti salah pesan yg ditinggalkan mas 2easy4doni di shout box blog ini. "mas irsan.., udah coba bandingin im3 ama tarif xl yg baru ga? katanya terhitung 5 maret tarif xl jadi 0,00001 loh.." Waks! Serius mas? Makin panjang aja nol-nya. Hehehe..

Gw pribadi sih belum denger berita ini. Tapi klo memang bener, yg ntar gw coba bandingin dengan tarif IM3.

Berita yg gw denger tentang Bebas baru-baru ini adalah, XL Bebas akan memberlakukan skema tarif yg baru dan berbeda dengan yg sudah-sudah. Skema tarif ini diklaim XL tetap tarif yg termurah. Rincian skema tarif baru ini adalah sebagai berikut, 1 menit / 2 menit / 3 menit pertama (tergantung waktu dilakukan pembicaraan) akan berlaku tarif Rp 10/detik. Setelah itu, pada detik selanjutnya, tidak ada tarif yg dikenakan (baca: gratis) tanpa tambahan biaya untuk menelpon sesama operator (sesama XL). Jadi dengan kata lain, untuk menelpon sesama XL, kita hanya mengeluarkan tarif maksimal Rp 1800, tanpa batas waktunya. Gila..!! Klo benar jaringan XL bagus, dan tidak diputus-putus telponnya tiap 5 menit atau 10 menit pembicaraan, maka ini baru tarif yg sangat kompetitif. Salut untuk XL..

Untuk menelpon lintas operator, agak beda lagi perhitungannya. Dua (2) menit pertama, tarif yang dikenakan adalah Rp 25/detik. Selanjutnya sampai menit ke-10, tidak dikenakan tarif (gratis atau Rp 0). Lalu dimulai dari menit ke-10 dan selanjutnya, berlaku tarif Rp 10/detik. Untuk lebih jelasnya coba liat tabel dibawah.

Tarif diatas hanya baru berlaku mulai tanggal 5 Maret 2008 di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Jogjakarta, Jawa Timur, Bali dan Lombok.

Walau demikian, gw baca berita ini dari website detik. Ketika gw coba mencari informasi resmi di website XL, tidak ditemukan info seperti di atas. Ya... mgkn karena tarif ini belum berlaku kali ya? Hehehe..

XL, yang memulai tarif murah per detik yang kemudian diikuti operator-operator lain, berharap skema tarif baru ini akan mengakhiri perang tarif atar provider jasa telekomunikasi selular basis GSM. Dengan demikian, menurut gw, XL telah mengklaim tarif XL adalah tarif paling murah dan tidak ada operator yang mampu bersaing dengan tarif ini. Benarkah? Kita lihat saja nanti..

21 February 2008

IM3 vs Simpati PeDe vs XL Bebas

Okey.. kita udah tau klo IM3 punya tarif promo baru. Sekarang saatnya kita bandingkan dengan tarif-tarif promo yang sudah ada, biar kita tahu apa tarif promo ini bener-bener murah atau akal-akalan marketing aja.Seperti gw bilang sebelumnya, sepintas tarif baru IM3 ini jauh lebih murah dari tarif XL. Tapi seberapa murah?

Layaknya perbandingan antara XL Bebas dan Simpati PeDe sebelumnya, perbandingan ini kita bagi jadi 2 kriteria. Pertama adalah untuk "Sesama operator". Biasanya para provider cuman memberi promo untuk sesama operator saja, tapi tarif untuk beda operatornya masih sangat mahal (ingat iklan kawin sama monyet-nya XL??) Jadi kriteria kedua adalah "Beda operator". Untuk beda operator ini, kita masukkan juga di dalamnya PSTN. Jika ada pembedaan tarif berdasarkan lokal atau interlokal, atau peak-time dan off-peak time, atau PSTN dan operator lain non-PSTN, maka gw ambil jalan tengah dimana gw akan ambil tarif yang paling mahal.

Gw ga akan jelasin skema dari tarif XL Bebas, Simpati PeDe, dan IM3. Skema tarif tersebut bisa dibaca di postingan sebelum-sebelumnya, seperti di sini, sini, sini, atau di website resmi masing-masing provider.

Untuk skema perbandingan tarif, biar keliahatan jelas, gw akan ambil sampel waktu selama 1 jam (60 menit) biar bisa terlihat trend pergerakan dari masing-masing skema tarif.

Gambar dibawah menunjukkan grafik perbandingan tarif untuk sesama operator. (Note: klik gambar untuk memperbesar, jika kurang jelas)


See!!? Sekarang IM3 memang jadi paling murah utk sesama operator. Sesama operator ini termasuk lokal dan interlokal. Tarif XL Bebas yg gw ambil adalah tarif XL untuk kota Jabodetabek. Lain lagi ceritanya klo gw ambil tarif XL yg paling murah (Rp10/detik untuk 30 detik pertama, dan Rp 0,1/detik untuk detik selanjutnya) tapi hanya berlaku untuk beberapa daerah dan jam tertentu, seperti Jawa Barat & Cianjur, Kalimantan, Sulawesi, Semarang saat Off-peak (23.00 - 10.59), atau NTT, Ambon, Papua. Jika dalam 1 jam, tarif yg harus dibayar pengguna IM3 adalah Rp 1.385,10. Maka pengguna XL dalam daerah dan waktu yg sesuai dengan kondisi untuk tarif paling murah XL hanya membayar Rp 657.

Sekarang untuk yang berbeda operator. Dikarenakan timpangnya tarif dari Simpati PeDe untuk beda operator (interlokal), lihat posting sebelumnya, maka gw putuskan tidak akan mengikutkan Simpati PeDe dalam kategori ini. Jelas... Jelas... dan Jelas... Simpati PeDe sangat parah utk kategori ini. Coba lihat perbandingan tarif antara XL Bebas dan IM3.


Wow!!.. Hehehe.. Di sini akal-akalan marketingnya baru kelihatan. Terlihat di grafik bahwa tarif XL tidak jauh beda (atau bisa dibilang 'sama') dengan IM3. Padahal promosi IM3 Rp 0,01/detik satu-per-sepuluh (1/10) lebih kecil dari promosi XL Bebas Rp 0,1/detik. Hehehe...

Kesimpulan yg gw bisa tarik di sini, tarif IM3 yang baru bisa dibilang lebih kompetitif dari tarif XL Bebas. Sekali lagi, ini terlepas dari kapasitas dan kualitas jaringan, luas daerah cakupan dan kekuatan sinyal, dan faktor-faktor eksternal lainnya. Walau demikian, gw agak kecewa dengan promosi skema tarif dari IM3. Terlihat IM3 hanya ingin menjual kata "Rp 0,01/detik"-nya dan membuat skema tarif yang sedemikian rupa. Sehingga, konsumen yang tidak aware akan tidak tahu sebenarnya Rp 0,01/detik dan Rp 0,1/detik itu tarif total yang dibayar oleh konsumen ketika menelpon beda operator adalah SAMA.

Akhir kata dari gw, don't judge the book by it's cover. Coba teliti murah dan tidak murah dari skema tarif dan syarat dan ketentuannya.

IM3 Rp 0,01 Per Detik

Gw paling demen nulis tentang perang tarif antar provider telekomunikasi seluler di Blog ini. Kenapa? Karena terbukti dari Google Analytics, 3 blog yg mempunyai pageview terbesar adalah blog ttg tema ini.

Masih lanjut tentang perang tarif, sekarang giliran IM3-Indosat yg mengeluarkan sistem tarif serupa (tapi tak sama) seperti XL Bebas dan Simpati PeDe. Rp 0,5/detik-nya Simpati PeDe? Lewaaat... Rp 0,1/detik-nya XL Bebas? Lewaaatt.... IM3 menawarkan tarif promo Rp 0,01/detik. Berapa? Yup! Rp 0,01/detik. Tentu saja sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.


Untuk syarat dan ketentuannya, biar afdol, kita kutip dari website resminya IM3 aja, yaitu:

  • Minimum pulsa yg dimiliki adalah pulsa telepon selama 30 detik
  • Tarif flat untuk lokal dan interlokal, baik di area asal maupun di luar area asal (roaming)
  • Promo ini berlaku s/d 30 April 2008.
Ada pun skema tarif yang ditawarkan oleh IM3 Rp 0,01/detik adalah sebagai berikut
  • Untuk menelpon ke sesama Indosat (IM3, Mentari, Matrix dan Starone) berlaku tarif Rp 15/detik untuk 90 detik pertama, dan detik berikutnya (detik ke-91) berlaku tarif Rp 0,01/detik.
  • Untuk menelpon ke operator lain dan PSTN berlaku tarif Rp 25/detik untuk 90 detik pertama, detik berikutnya (detik ke-91) berlaku tarif Rp 0,01/detik selama 90 detik (sampai detik ke-180), setelah berulang-ulang kembali ke Rp 25/detik selama 90 detik dan Rp 0,01/detik selama 90 detik.

Sepintas sih tampak oke.. murah.. tapi biar lebih jelas, coba kita bandingin lebih detil dengan Simpati PeDe dan XL Bebas. Perang tarif jalan... Perang iklan juga jalan... Coba liat iklan dari IM3 yg mencoba menyentil iklan dari XL. Hehehehe...

21 January 2008

Mentari Gratis 1 Menit Pertama

Perang tarif antar provider penyedia jasa telekomunikasi mobile terus berlanjut.. Setelah kemaren XL keluar dengan promo 'Rp 0,1/detik' (terms and conditions applied), ga lama kemudian, keluar iklan Dian Sastrowardoyo yang mempromosikan 'Mentari Gratis 1 Menit Pertama'. Waa... Kebakaran jenggot-kah Mentari? Entahlah.. Tapi klo mendengar kata gratis dari Mentari, gw pasti agak skeptis menanggapinya.. "Pasti ada syarat-syaratnya.." Ya iyalah, mana ada gratis-an hari gini. My wife always say "There is no such thing as free lunch..." Hehehe..

Program Mentari Gratis 1 Menit Pertama ini akan memberikan gratis bicara 1 menit pertama di awal nelpon bagi pelanggan Mentari setiap melakukan panggilan tujuan lokal ke nomor Mentari, IM3 dan Matrix. WTF... harus nelpon lokal dan sesama operator?? Ck.. ck.. pelit amat..

Gratis bicara 1 menit tersebut bisa didapat dengan cara melakukan isi ulang terlebih dahulu dengan masa aktif 7 hari (jika mengisi ulang sebesar Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu) dan 15 hari (jika mengisi ulang minimal Rp 25 ribu). Klo ini syarat biasa dari Mentari.. Harus beli pulsa dulu biar bisa dapet bonusnya. Dan sialnya.. Masa aktif ini tidak bisa diakumulasikan. Jadi klo masih ada sisa masa aktif 3 hari, namun diisi ulang Rp 10 ribu, masa aktif akan menjadi 7 hari, bukan 10 hari.

Syarat-syarat lain seperti yang gw kutip dari website Mentari, sbb:

  1. Gratis 1 menit pertama berlaku dari pukul 05.00 - 17.00
  2. Untuk pelanggan di pulau Jawa, Gratis 1 Menit pertama diberikan maksimum 10 kali panggilan per hari untuk tujuan lokal ke sesama anggota Hebat Ber-5 selama masa aktif bonus ini berlaku. Registrasi Hebat ber-5 dapat dilakukan dengan cara ketik: reg (spasi) no. hp tujuan kirim ke 6060
  3. Untuk pelanggan di luar pulau Jawa, Gratis 1 Menit pertama diberikan maksimum 20 kali panggilan per hari ke seluruh nomor Mentari, IM3 dan Matrix selama masa aktif bonus ini berlaku.
  4. Bonus Gratis 1 Menit Pertama tidak dapat digunakan apabila pelanggan sedang tidak berada di daerah asalnya (kondisi roaming)
  5. Untuk menjaga kualitas dari jaringan yang ada, skema dari program ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi yang berlangsung
  6. Jika terdapat perubahan skema, akan diinformasikan kepada masyarakat melalui media portal di alamat http://www.indosat.com/mentari
Yah, ternyata skeptikal gw terbukti. Banyak sekali syarat dan ketentuan untuk mendapatkan gratis dari Mentari. Yah, terakhir buat para pengguna Mentari, jangan lupa siapkan stopwatch anda ketika anda menelpon (baca: hanya jika anda menelpon lokal, ke nomor Mentari, IM3, dan Matrix, di dalam masa aktif untuk bonus dan sekian banyak syarat lainnya... Hahaha...)

17 January 2008

Simpati PeDe (Rp 0,5/detik) & XL Bebas (Rp 0,1/detik)

Ngelanjut dari postingan sebelumnya tentang tarif promo baru XL yg sekarang Rp 0,1/detik (terms & conditions apply), gw pengen coba bandingin dengan tarif Simpati PeDe. Kenapa dengan Simpati PeDe? Yah.. karena menurut gw, tarif promo XL yang baru ini adalah reaksi dari tarif Rp 0,5/detik dari Simpati PeDe. Mungkin saja XL 'kebakaran jenggot' karena selama ini XL selalu mengklaim dirinya adalah operator yg fokus untuk menghadirkan layanan yang berkualitas dengan tarif terjangkau. Benarkah?

Lanjutttt... Mungkin aja perbandingan yg gw sajikan kali ini ga luput dari ketidaksempurnaan dan berat sebelah, secara gw sekarang pake Telkomsel. Walau demikian gw akan berusaha untuk menyajikan se-objektif mungkin dengan asumsi yg gw tentuin sendiri, agar komparasi berlangsung secara 'apple-to-apple'.

Sama seperti sebelumya, dengan tidak bermaksud menganaktirikan operator lain seperti Indosat Mentari dan operator CDMA, hanya dua tarif promo ini (Simpati PeDe dan XL Bebas) yg akan gw bandingkan. Kenapa alasanya? Karena, pertama akan makan banyak waktu gw, secara gw nulis ini kan part-time (a.k.a. nyolong waktu kerja *maaf bos.). Kedua, khusus untuk Indosat Mentari, terus terang gw ngga ngerti konsep Rp 0/detik anda. Klo memang Rp 0/detik
yah, mestinya gratis. Kok mesti harus pake pulsa Rp 5000 dalam 1 hari baru gratis. Dan ketiga, khusus untuk operator CDMA, ruang lingkupnya belum nasional (walau gw denger dari temen gw yg kerja di Bakrie, ESIA udah masuk Palembang.. asiiik..) walau memang CDMA sangat murah untuk nelpon dan ditelpon.

Oke.. kita mulai aja. Gini metodologi perbadingannya, kita ambil asumsi bahwa si fulan menggunakan handphone dari pulau Jawa, karena, simpel aja, sebagian besar penduduk Indonesia ada di pulau Jawa. Ini supaya tarif area-area lain untuk XL Bebas bisa kita abaikan. Lalu kita akan ambil 2 kasus agar nanti pada akhir perbandingan kita bisa ambil kesimpulan yang objektif. Dua kasus yang akan dianalisa untuk masing-masing operator adalah:

  • Kasus menelpon lokal atau non-lokal untuk ke operator yg sama. Baik sesama Telkomsel atau sesama XL. Untuk kasus ini, lokal atau non-lokal digabung karena masing-masing Simpati PeDe atau XL Bebas mempunyai model tarif yang sama, yaitu tidak memiliki tarif yg berbeda untuk lokal atau non-lokal jika menelpon ke provider yang sama.
  • Kasus menelpon ke beda operator (tidak termasuk PSTN). Untuk XL, tidak mengenal lokal dan non-lokal dalam tarifnya. Tapi Simpati dibedakan antara lokal dan non-lokal. Dalam kasus ini, untuk Simpati akan kita ambil tarif Simpati beda operator yg mahal, yaitu non-lokal.
Kasus pertama untuk menelpon ke operator yg sama. Seperti kita ketahui, tarif dari Simpati adalah Rp 25/detik untuk 1 menit pertama dan Rp 0,5/detik untuk menit selanjutnya. Sedangkan XL adalah Rp 10/detik untuk 2,5 menit pertama, Rp 0,1/detik untuk menit selanjutnya sampai menit ke-30, setelah menit berikutnya berlaku Rp 1/detik. Biar gampang, gw sajikan saja dalam bentuk grafik seperti dibawah.

Seperti dilihat di grafik atas, XL Bebas memang lebih murah dibandingkan Simpati PeDe. Sudut deklinasi mereka berdua mulai berubah saat tarif mencapai Rp 1500, karena memang saat ini tarif promo mulai berlaku. Hanya saja waktunya berbeda untuk mencapai Rp 1500. Telkomsel butuh 1 menit, sedangkan XL 2,5 menit. Gw ambil sampel waktunya untuk kasus di atas adalah 60 menit karena gw pengen tau titik temu antara dua tarif ini. Terlihat di grafik, titik temunya adalah sekitar menit ke 50-55 menit (tepatnya 53,5 menit setelah gw hitung). Setelah menit ini, barulah tarif Telkomsel lebih murah dari XL.

Kasus kedua adalah untuk menelpon beda operator (tidak termasuk PSTN). Tarif dari Simpati adalah Rp 60/detik. Sedangkan XL adalah Rp 25/detik untuk 2 menit pertama dan Rp 0,1/detik untuk menit selanjutnya sampai menit ke-4, kemudian berlaku kembali tarif Rp 25/detik di menit berikutnya hingga menit ke-6. Setelah menit ke-6 kembali berlaku tarif pertama dan kedua dengan selang waktu 2 menit. Berikut grafik perbandingannya.

Untuk kasus yang ini, memang kelihatan sekali timpangnya. Simpati PeDe jelas tidak menguntungkan untuk menelpon beda operator, baik lokal dan lokal, karena tarif Simpati PeDe beda operator lokal adalah Rp 25/detik (tanpa tarif promo Rp 0,5/detik).

Jadi sudah jelas, tarif promo XL yang baru, walau agak pusing, tapi makin memantapkan XL sebagai operator yg memiliki tarif termurah. Walau bisa 'dipotong' oleh Simpati PeDe pada menit ke-53,5, tapi siapa yang mau menelpon selama hampir 1 jam. Karena memang penggunaan telefon yang efektif hanya 3-5 menit, paling lama juga 10 menit. Apalagi jika kita punya pacar di luar kota, jelas XL bisa jadi operator GSM pilihan untuk kalian. Walau demikian, perbandingan ini tidak memasukkan faktor-faktor lain diluar tarif, seperti kualitas sambungan, jumlah interkoneksi/channel, luas jangkauan sinyal, dll.

Jadi.. mau pilih mana? XL Bebas atau Simpati PeDe? Gw pribadi sih masih tetap menggunakan Simpati walau XL lebih murah. Alasannya sederhana.. Repot ganti nomer telpon, harus memberitahu orang laen karena nomer ini sudah digunakan sejak tahun 2000, dan masih berharap akan adanya reaksi balik dari Telkomsel akibat tarif baru XL Bebas ini. Rp 0,05/detik mungkin?? Hehehe..

XL bebas sekarang Rp 0,1 / detik


Akhirnya...!!! Ini sekuel dari postingan gw sebelumnya di Telkomsel PeDe v.s. XL Bebas, ternyata baru-baru ini (16 Januari 2008), XL mengeluarkan promosi baru yg diklaim oleh XL adalah tarif termurah. Gimana ngga, tarif baru XL Bebas sekarang memang gila-gilaan, berikut kurang lebih kalimat promosinya "Rp 0,1/detik setelah 2,5 menit bagi pengguna XL bebas untuk menelpos ke SELURUH operator se-Indonesia, baik sesama XL maupun ke operator lain (PSTN dan selular), dan tarif khusus Rp 35/SMS (untuk sesama XL). Dan fasilitas ini dapat dinikmati secara otomatis oleh seluruh pengguna XL Bebas mulai tanggal 18 Januari 2008, tanpa perlu mendaftar atau membeli paket perdana khusus".

Seperti biasa, kalimat yg gw tulis di atas adalah kalimat promosi. Kalau kalimat promosi, memang biasanya harus 'menjual' agar para konsumen tertarik dan ingin mencoba. Karena ternyata tarif ini berbeda-beda di beberapa area/regionnya, menurut XL, ini tergantung pola penggunaan telelpon di masing-masing area, lengkapnya nanti kita tulis satu-satu di bawah. Sedangkan, tarif promo Rp 35/sms ini akan berlaku untuk pengiriman sms ke 11-25 hingga tanggal 30 April 2008.

Berikut tarif promo XL untuk daerah Jabodetabek, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah bagian Selatan (Solo, Klaten, Kebumen, Purwokerto, Magelan), DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali dan Lombok, tarifnya adalah Rp 10 / detik untuk 2,5 menit pertama dan Rp 0,1 /detik di menit berikutnya sampai menit ke-30. Kemudian di menit berikutnya dikenakan tarif Rp 1 /detik.

Untuk area Sumatera dan sekitarnya dikenakan tarif Rp 12,5 /detik di 2 menit pertama dan Rp 0,1 /detik di menit berikutnya hingga menit ke 30. Kemudian di menit berikutnya dikenakan tarif Rp 1/detik.

Berbeda dengan diatas, tarif yg berlaku di Sulawesi dan Kalimantan ada yang namanya jam sibuk dan jam tidak sibuk. Jam sibuk di Kalimantan dimulai pukul 11.00 - 22.59 WITA, sementara di Sulawesi dimulai pukul 23.00 - 10.59 WITA. Untuk jam sibuk, tarif yg berlaku adalah Rp 10/detik untuk 2,5 menit pertama dan Rp 0,1 /detik di menit berikutnya. Sementara untuk jam tidak sibuk adalah Rp 10/detik untuk 0,5 menit pertama dan Rp 0,1/detik pada menit selanjutnya.

Untuk kota-kota di Jawa Tengah bagian Utara (Semarang, Pekalongan, Tegal, Kudus, Purwodadi) dikenakan mekanisme tarif promo yang sama dengan Kalimantan termasuk masa berlakunya jam sibuk dan tidak sibuk namun mengikuti waktu Indonesia bagian barat (WIB).

Dan untuk kota-kota di NTT, Papua dan Ambon dikenakan tarif Rp 10/detik di 0,5 menit pertama dan Rp 0,1 /detik pada menit berikutnya hingga menit ke 30. Menit selanjutnya akan berlaku tarif Rp 1/detik.

Sementara telepon ke non XL secara nasional dikenakan tarif baru Rp 25/detik di 2 menit pertama dan Rp 0,1/detik di menit berikutnya hingga menit ke 4, kemudian berlaku kembali tarif Rp 25/detik di menit berikutnya hingga menit ke 6. Setelah menit ke 6 kembali berlaku tarif pertama dan kedua dengan selang waktu 2 menit.

Setelah gw ngetik tarif-tarif diatas (diketik ulang dari website XL), terus terang gw sendiri yang ngetik ngerasa bingung sama yg gw ngetik, maksud gw sistem tarif berdasarkan area dan 3 tarif yg berbeda dengan durasi waktu yg berbeda-beda (Rp 10/detik, Rp 1/detik dan Rp 0,1/detik) membuat gw harus membaca lebih dari 1 kali untuk mengerti. (Hehehe... Mungkin karena gw bolot juga sih).

Tapi anyway.. Gw mau coba bandingin lagi dengan tarif Rp 0,5/detik dari Telkomsel PeDe seperti sebelumnya untuk ngelihat mana sih yg lebih murah. Tapi enakan bikin postingan yg baru kali ya, biar agak rapih. Stay tune...

14 December 2007

Zamzar - Free Online File Conversion

Sering kesulitan untuk mencari software untuk mengkonversi suatu file ke dalam bentuk format yang lain? Mengubah file PDF menjadi format .doc (Word) atau .xls (Excel/Spreadsheet)? Atau mungkin mengubah .mp3 menjadi .aac atau .wma?

Software konversi ini banyak tersedia dan banyak macemnya. Biasanya, kita memerlukan software yg berbeda untuk masing-masing jenis konversi (dokumen, audio, atau video). Belum lagi harga tidak banyak software-software yg seperti ini gratis tersedia di download di Internet. Paling banter, kita hanya bisa mendownload trial software yg hanya dapat digunakan dalam periode waktu tertentu dan batas waktu tertentu.

Hari ini, setelah baca dari detik.com, ada artikel yg menerangkan tentang cara mengkonversi file PDF ke format Doc. Dan ternyata, cara yg digunakan adalah menggunakan online file conversion. Online? Iya. Jadi, instead of kita mendownload software, malah kita mengirim (baca:upload) file yg akan kita konversi ke mereka, melalui sebuah website. Nama website tersebut adalah Zamzar.


Caranya pun cukup gampang. Gw coba jelasin step-by-step, walau pun sebenarya petunjuk di website sudah jelas dan sangat user friendly.

  1. Buka website http://www.zamzar.com/
  2. Tentukan file yg akan dikonversi. Hanya exstension-extension tertentu yg saat ini di-support oleh Zamzar. Tapi walau demikian, extension yg umum digunakan biasanya ada di website ini. Yg jelas, website ini mendukung konversi untuk 5 kategori format, yaitu: Document, Image, Music, Video, dan Compressed. Untuk lengkapnya, refer ke page ini. Ada bisa memasukkan lebih dari satu file yg akan dikonversi, maksimal 5 files. Tapi jika registrasi di website ini dan membayar $7-$49 per bulan, kita bisa sekaligus mengkonversi sampai maksimum 15 files.
  3. Setelah itu, tentukan jenis extension hasil akhir dari konversi. Pilihan extension ini tergantung jenis format dari file yg akan dikonversi. Jadi file dengan format Audio file hanya bisa dikonversi menjadi extension Audio yg lainnya, tidak bisa dengan format Video.
  4. Setelah itu, masukkan alamat e-mail anda. Dengan alamat e-mail ini, Zamzar akan memberi link download untuk file hasil konversi.
  5. Setelah memasukkan alamat e-mail, klik "Convert". Lalu proses konversi dimulai.
Gw udah coba sendiri. Dan untuk proses konversi dari PDF ke .doc ternyata tidak memakan waktu yg cukup lama. Untuk mengkonversi 10 halaman PDF, dalam waktu kurang dari 1 menit, Zamzar langsung mengirim e-mail ke gmail gw. Walau setelah gw buka file doc-nya tidak bisa diedit, karena memang file PDF yg gw pake native-nya bukan document, melainkan hasil scan. Jadi dalam file hasil konversi, mereka mengasumsikan ini adalah foto/hasil scan.

Fiture laen yg menurut gw ga kalah kerennya adalah, kita bisa memasukkan alamat url tertentu, lalu website ini akan mendownload dan mengkonversi ke ekstension tertentu. Fitur ini amat berguna jika kita mendownload video dari Youtube (.flv) dan mengkonversi ke file video yg laen seperti (.mpg).

Kelebihan Zamzar - Free Online File Conversion:
  1. Multi format, bisa meng-konversi document, audio, video dan compressed file.
  2. Tidak perlu men-download dan menginstall program
  3. Gratis (maksimum ukuran file 100MB, jika punya file lebih dari itu harus registrasi/bayar)
  4. Bisa download dari url tertentu dan lalu mengkonversi ke dalam extension tertentu.
Kekurangan Zamzar - Free Online File Conversion:
  1. Harus punya akses internet yg baik, lebih lagi jika file yg ingin dikonversi berukuran besar. Dial-Up user? Kayaknya sulit deh.
  2. Untuk data-data yg confidential, lebih baik jangan pake cara ini.

11 December 2007

Telkomsel PeDe v.s. XL Bebas

Tanggal 10 Desember kemaren, Telkomsel meluncurkan program baru yg diberi ngaran Simpati PeDe. Diklaim Telkomsel, PeDe ini bisa dibilang percaya diri, bisa juga akronim 'Per - Detik' sesuai dengan scheme tarif yg baru dari Telkomsel khusus untuk Simpati PeDe ini. Maksudnya, dengan scheme ini, ketika menelepon sesama pelanggan Telkomsel, kita di-charge Rp 25 /detik untuk 1 menit pertama, dan mulai detik ke-61 kita dikenakan charge Rp 0,5/detik, dan ini flat tanpa pembulatan waktu per-30 detik.

Menurut gw sih ini adalah reaksi Telkomsel atas perang tarif yg marak dilakukan antar provider telekomunikasi nirkabel yg mungkin sudah sering kita lihat iklannya di televisi. Gw ga inget siapa yg mulai perang tarif ini. Tapi yg paling ketara adalah perang tarif antara XL (Rp 1/detik) dan Mentari Indosat ('katanya' Rp 0/detik) untuk kategori GSM dan antara Esia dan Fren untuk kategori CDMA.

Karena siang ini gw ga banyak kerjaan, gw iseng pengen ngebandingin antara tarif Telkomsel PeDe dengan XL Bebas. Kenapa Mentari Indosat dan CDMA ga gua masukkin? Karena gw agak kurang ngerti dengan sistem tarif Rp 0/detik dari Mentari (mungkin next time gw update termasuk Mentari) dan CDMA gw bedakan karena 'menurut' gw agak susah bandingin 'apple-to-apple' CDMA dan GSM. Karena jenis Handphone-nya beda, kualitas suaranya beda, daerah layanannya beda jauh, dll.

Oke, mulai dari XL. Sistem tarif XL menurut website XL adalah sebagai berikut.


Ternyata, tarif murah XL bebas itu juga ada 'terms & conditions'-nya. Tarif murah di atas hanya berlaku untuk di Sumatera, Jawa Barat, Sukabumi, Cianjur, Serang, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur. Untuk daerah lain seperti Jabodetabek, Bali & Lombok, dan Sulawesi beda lagi. Untuk lengkapnya bisa refer ke website XL.

Untuk Simpati PeDe, menurut website Telkomsel, skema tarif yg ditawarkan adalah untuk menelpon sesama Telkomsel, Rp 25/detik untuk 1 menit pertama dan Rp 0,5/detik dimulai dari detik ke-61.

Sepintas menurut gw, XL masih lebih murah untuk pemakaian telephone yg relatif tidak lama. Karena tarif satu menit pertama (untuk Simpati) jauh lebih mahal 2,5 kali lipat dibanding tarif dua menit pertama (untuk XL). Tapi untuk pemakaian yg relatif lama, pasti Simpati akan lebih murah, karena tarif murah Simpati 50% lebih murah dibanding XL. Tapi pertanyaannya seberapa lama kita menelpon sehingga tarif Simpati akan lebih murah dari XL?

Gw udah siappin grafik / chart di atas. Klo dilihat, Simpati PeDe akan lebih murah ketika kita memakai lebih dari 800 detik (tepatnya 780 detik) atau kurang lebih 13 menit. Uuu.. lama juga ya?

Keputusan akhir? Ya.. terserah anda.. Wong ini cuman postingan iseng mengisi waktu yang kosong.. Hehehe..