Lilypie 1st Birthday Ticker

16 September 2008

Nikon D90 sudah ada di website nikon.co.id

Akhirnya... website nikon.co.id sudah diupdate. Nikon D90 dan lensa baru AF-S DX Nikkor 18-105mm f/3.5-5.6G ED VR (lensa kit D90) sudah ada diantara sekian banyak produk Nikon. Tapi sampai saat ini, kamera ini belum tersedia di toko-toko kamera di Indonesia. JPCKemang sudah menampilkan kamera D90, tapi harganya belum ada.

Kira-kira sebelum Lebaran nanti udah ada belum ya? Tapi kalo udah ada pasti harganya masih mahal banget ya?? Atau langsung upgrade D300 ya?

Uh... Godaan-godaan.. Bukannya setan itu dibelenggu di bulan suci Ramadhan ini? Tapi godaan tetap aja banyak. Hehehe...

29 August 2008

Bank Mandiri penipu!!

Hari ini, Jumat, 29 Agustus 2008 sekitar pukul 1.40 waktu setempat, iseng-iseng buka Internet Banking Mandiri.. liat gaji udah masuk belum. Tapi ternyata belum juga euy.. :(

Tapi bukan ini inti postingan gw kali ini. Beberapa waktu yang lalu, pernah posting tentang bunga bank yang menurun. Karena tabungan gw yang 'aktif' di Bank Mandiri, jadi bunga Bank Mandiri yang gw ambil contoh waktu itu. Dan gw hitung-hitung berapa nilai tabungan minimal untuk menutupi dari rugi-rugi biaya administrasi. Jadi kira-kira tanggal 5 Maret 2008, bunga Bank Mandiri seperti gambar di bawah ini.

Tapi hari ini, gw cek lagi di website Bank Mandiri, eh! Bunga Bank Mandiri ternyata turun lagi.. Berapa? Liat aja di gambar bawah..

Ternyata bunga Bank Mandiri turun rata-rata 0.25%. Lho? kenapa ya? kok makin turun.. liat dari website Bank Indonesia, Bank Indonesia sekarang sudah menaikkan BI Rate dari 8% pada tanggal 6 Maret 2008 menjadi 9% pada tanggal 5 Agustus 2008. Ada kecenderungan bank untuk lebih cepat menyesuaikan akan penurunan BI rate dibandingkan kenaikan BI rate. Sungguh tidak adil bagi para nasabahnya. Kasian deh gw..

Tapi sekali lagi... bukan karena itu juga gw bilang Bank Mandiri penipu.. Gw bilang Bank Mandiri penipu karena tidak bisa komitmen dengan websitenya sendiri.

Lho? Emang kenapa san?

Ya... liat aja... di gambar pertama yang gw post sekitar awal Maret, terlihat bahwa tanggal berlaku untuk suku bunga gambar pertama adalah 25 February 2008 sampai 31 Agustus 2008. Sedangkan di gambar kedua berlaku dari 16 July 2008 sampai 16 Agustus 2008. Lho? Aneh kan? Suku bunga yang pertama masih berlaku kok tiba-tiba diganti dengan suku bunga yang lain. Terlebih lagi... suku bunga kedua kok masih berlaku... sekarang kan udah tanggal 29 Agustus 2008. Jadi? Kita ngga dapat bunga bulan Agustus nanti?

Ya.. memang sih.. kita-kita ngga terlalu mengharapkan bunga. Bahkan ada yang bilang bunga itu riba'. Klo gw... menurut gw bunga itu uang bagi hasil. Karena bank pake uang kita untuk dipinjamkan kepada orang lain. Hehehe... Walau demikian... bank-bank juga mestinya harus menghargai para nasabahnya... jangan ditipu-tipu lah... giliran nurunin bunga tabungan atau menaikkan bunga pinjaman.. cepeeet... tapi sebaliknya... ngga.

Capeee' deeee....

27 August 2008

Akhirnya datang juga Nikon D90

Yipeee... Nikon D90 resmi di-release hari ini, 27 Agustus 2008.

Bisa dilihat di-http://www.dpreview.com/previews/nikond90 atau di- http://www.kenrockwell.com/nikon/d90.htm untuk reviewnya.

Secara spesifikasi sih ada peningkatan dibandingkan dengan Nikon D80. Berikut spesifikasinya...

  • 12.9 megapixel DX-format CMOS sensor (effective pixels: 12.3 million)
  • 3.0-inch 902,000 pixel (VGA x 3 colors) TFT-LCD (same as D3 and D300)
  • Live View with contrast-detect AF, face detection
  • Image sensor cleaning (sensor shake)
  • Illuminated focus points
  • Movie capture at up to 1280 x 720 (720p) 24 fps with mono sound
  • IS0 200-3200 range (100-6400 expanded)
  • 4.5 frames per second continuous shooting (buffer: 7 RAW, 25 JPEG fine, 100 JPEG Normal)
  • Expeed image processing engine
  • 3D tracking AF (11 point)
  • Short startup time, viewfinder blackout and shutter lag
  • Slightly improved viewfinder (96% frame coverage)
  • Extensive in-camera retouching including raw development and straightening
  • Improved user interface
  • New optional compact GPS unit (fits on hot shoe)
  • Same battery and vertical grip as D80
  • Vignetting control in-camera
  • 72 thumbnail and calendar view in playback
Yang menarik sekarang Nikon D90 bisa merekam gambar bergerak (video) dengan kualitas 720p. Ya.. tapi munkin fitur ini ngga terlalu gw pake.

Masalah berikutnya... berapa ya harganya.. kira-kira sebanding ngga ya? Atau gw langsung loncat ke D300 aja ya? Jadi bingung lagi...

20 August 2008

Titik terang untuk Nikon D90


Hari ini... 20 Agustus 2008, titik terang Nikon D90 akhirnya mulai kelihatan, walau masih redup. Namun demikian, kata-kata dari website Ken Rockwell ini cukup membuat hati agak tenang.. Hehehe.. Coba kita lihat saja dalam beberapa hari kedepan. Tapi mungkin untuk para penunggu Nikon D90 di Indonesia harus bersabar beberapa waktu lagi, karena biasanya setelah kamera di-announce secara resmi, kita baru bisa mendapatkannya dalam waktu 1 bulan kemudian.

18 August 2008

Nikon D90 on Photokina 2008

Juli.. Agustus.. September..!! Iya, isu-isu santer atau gosip yang sangat gw tunggu-tunggu saat ini adalah tentang Nikon D90 yang katanya akan direlase saat Photokina 2008 pada tanggal 23 - 28 September 2008 nanti di Jerman sana.

Walau masih isu/gosip, tapi sudah banyak bukti-bukti yang menunjukkan adek D80 ini akan keluar. Salah satu website yang secara detail membahas tentang isu-isu ini adalah http://nikonrumors.com

Untuk gw sendiri, gw sedang dalam kebimbangan.. Setelah dengan sukses melepas D80 ke adek gw, maka dengan ini gw dengan bangga gw bilang bahwa gw 'single, available, and looking for new DSLR camera'.

Pilihan gw sejauh ini adalah D300, tapi sayang budgetnya agak tipis..
Bukan berarti ngga ada duit, tapi tahun ini gw harus hati-hati mengatur budget yang kurang penting, karena gw juga harus siapin budget untuk hal-hal yang lebih penting seperti kelahiran anak pertama gw dan uang DP rumah. :)

Makanya isu-isu tentang release-nya D90 ini salah satu hal yang gw selalu ikuti.. Gw harap D90 dan D300 ini akan sama seperti D80 dan D200. Atau dengan kata lain, kita bisa dapet spesifikasi dari D300 dengan performansi sedikit lebih rendah dan cocok untuk budget terbatas seperti gw.

Oke... September... Can't hardly wait..!!

23 May 2008

Speculation about new Nikon camera (D80s/D90?)

28 Januari 2004 - Launching Nikon D70

next 16 months...

20 April 2005 - Launching Nikon D70s

next 16 months...

9 August 2006 - Launching of D80

and another 16 months...

someday on January 2008 - Launching of D80s / D90?? Not happened.. Hehe..

There is still no news about low-end DSLR after D3 and D300 launching on last August 2007. Some rumors that there is new Nikon camera, whether D80s or D90, will launch on June 2008. And even some people make speculation about this new camera specifications, like this one I copy from this website.

  • 12 Megapixel APS-C sized CMOS sensor (identical to the D300 sensor)
  • D80 body (plastic, no wheather seals) and viewfinder
  • D200 AF sensor (11-points, 1 cross type)
  • 4 fps continious shooting
  • 3.0” 922K LCD (This may require body design change)
  • No Live View
  • Anti-Dust
  • Improved high ISO performance with the CMOS sensor
  • Improved metering
  • Improved battery life
  • $1000-$1200 price range
Hmmm... Looking forward to see this new camera.

05 March 2008

Bunga bank menurun....

Awal bulan Maret 2008 ini, gw mendapat kejutan. Sewaktu gw memeriksa rekening tabungan Bank Mandiri melalui Internet Banking, ternyata besar bunga bank yg gw terima tidak sebesar bulan-bulan sebelumnya.

Ada apa gerangan? Jumlah tabungan gw kurang lebih tidak jauh berbeda dengan bulan lalu. Tapi bunga yg gw dapet lebih kecil (kurang lebih) 25% dari bulan lalu. Dugaan pertama gw adalah suku bunga bank yg menurun. Langsung saja gw cek website Bank Mandiri untuk melihat suku bunga yg berlaku saat ini. Gw kutip aja gambarnya dari websitenya.

WTF!! Ternyata bener! Seingat gw, sebelumnya bunga yg gw terima adalah sekitar 3,75% - 4% (gw ga ingat secara pasti). Sekarang, untuk mendapatkan tingkat bunga yang sama, uang tabungan gw harus mencapai 1 Miliar. Yang mana ngga mungkin gw punya tabungan 1 Miliar, toh kalau pun punya duit sebanyak itu, ngga akan gw simpan di dalam Bank. Pasti gw investasikan ke hal-hal yg lain.

Concern gw berikutnya adalah, walau tingkat bunga tabungan merangkak turun (ya.. ini kan akan beriringan dengan turunnya suku bunga SBI), tapi di sisi lain, tarif layanan (biaya administrasi) malah merangkak naik. Bisa-bisa, menabung di Bank bukan malah untung. Pertama, nilai uang kita akan menurun oleh inflasi, lalu kedua uang kita di Bank akan semakin habis 'dimakan' biaya administrasi.

Gw punya itung-itungan kecil disini, yaitu berapa jumlah uang tabungan minimal sehingga jumlah bunga bisa menutupi biaya administrasi Bank. Oke, dari website Bank Mandiri bisa kita ketahui bahwa biaya adalah Rp 9.000 /bulan. Suku bunga Bank Mandiri bisa kita ketahui dari gambar di atas. Jangan lupa, bunga di Bank Mandiri dikenakan pajak sebesar 20% dari pendapatan bunga (S**t!!) Lalu untuk menutupi Rp 9.000/bulan, maka tabungan kita setidaknya ada di range 5 - 50 juta. Karena dengan uang kurang dari 5 juta, bunga yg kita dapatkan maksimal hanya Rp 8.333,33 (belum dikurangi bunga).

Untuk range 5 - 50 juta, suku bunganya adalah 2.75%. Jadi hitungan matematisnya kurang lebih seperti ini.

X . (2.75% p.a.) / 12 (bulan) . (1-20% (pajak)) = 9000 (biaya administrasi)

Dimana X adalah jumlah tabungan dimana pendapatan bunga dikurangi pajak akan sama dengan besar biaya administrasi. Klo kita coba selesaikan persamaan diatas, akan didapatkan X=4,9 juta atau 5 juta. Jadi minimal harus punya 5 juta untuk menutupi biaya administrasi.

Hhmm.. klo keadaan gw sekarang sih tidak terlalu khawatir.. Tapi gw coba kembali berpikir klo gw masih mahasiswa.. Uang saku sebulan gw pasti bakal habis dimakan biaya administrasi.

12 February 2008

Perang Iklan

Coba deh liat gambar di bawah ini. Entar benar atau bukan, tapi kayaknya sih bukan rekayasa digital (Walah... kok serasa mirip Oom Roy ya? sang 'pakar' telematika kita), tapi perang tarif sekarang ngga hanya bisa kita lihat di televisi saja.


Billboard Telkomsel Simpati yg merah 'gonjreng' menuliskan kata-kata yang sangat menohok billboard XL yg tampak mencolok dengan angka "0,1"-nya. Kata "Tetangga Sebelah" sangat pas karena memang letak kedua billboard ini saling bersebelahan. Memang billboard Telkomsel tidak secara terang-terangan menulis kata XL, tapi kita kan ngga bodoh. Belum lagi analogi-analogi warna yg sering digunakan iklan di tivi.

Kreatif? Cerdas? Mmm.. Menurut gw sih ngga. Gw sudah ngerasa iklan-iklan sekarang sudah jauh dari kreatif. Iklan-iklan yg ada sekarang malah cenderung menjelek-jelekan produk kompetitor. Konsep marketing seperti ini bukan baru. Dari dulu sudah ada namanya 'Cola Wars', yakni 'perang' antara dua produsen minuman ringan paling terkenal di dunia, yaitu Coca-cola dan Pepsi-cola. Ada juga perang iklan produk jamu Tolak Angin dan Bintangin. Apa lagi ya...?

Berapa pun banyaknya perang iklan, tetap kita juga sebagai konsumen yg berhak menentukan produk mana yg mau kita beli. Jadi.. jangan lupa 'Teliti sebelum membeli'.

28 January 2008

Selamat jalan Pak Harto

Telah meninggal Presiden ke-2 Republik Indonesia, Bapak H. M. Soeharto pada hari Minggu, 27 Januari 2008 pukul 13.10 WIB.

Berikut foto-foto Pak Harto yg gw kopas dari forum kaskus.


Suharto Family Portrait
Original caption: Suharto family portrait. Photo shows the Indonesian President posing with his wife and children. Undated photograph.
Image: © Bettmann/CORBIS


Suharto Head and Shoulders in Uniform
Original caption: 7/1966-Djakarta, Indonesia- Shy and retiring, Suharto rarely grants an interview, but is always ready to flash a warm, Javanese smile. His career is marked with dedication, having enlisted in the ranks of the Indonesian Army at the age of 19. Today, at 45, he is a full general and commands the nation's armed forces. Some people believe he also commands President Sukarno. He is shown here posing in uniform.
Image: © Bettmann/CORBIS
Date Photographed: July 1966
Location Information: Djakarta, Indonesia


Fifth Deputy Premier of Indonesia
Original caption: Close ups of Indonesian Fifth deputy premier Lt. Gen. Suharto.
Image: © Bettmann/CORBIS
Date Photographed: April 15, 1966
Location Information: Djakarta, Indonesia


General Suharto at Microphone
Original caption: 9/30/1966-Djakarta, Indonesia- Indonesian strongman General Suharto announces that former deputy premier Subandrio will go on trial for treason 10/1, the first anniversary of the attempted Communist coup in Indonesia. There are reports that President Sukarno may be forced to take the stand during Subandrio's trial and reveal for the first time his connections with the growth of Communist influence in Indonesia, prior to the takeover attempt.
Image: © Bettmann/CORBIS
Date Photographed: September 30, 1966
Location Information: Djakarta, Indonesia


Suharto Speaks at Press Conference
Original caption: 7/1966-Djakarta, Indonesia- In one of his rare appearances with the press, Suharto announces the new "Cabinet of the People's Sufferings," which is currently laying the groundwork for the general's economic and political recovery program in Indonesia.
Image: © Bettmann/CORBIS
Date Photographed: July 1966
Location Information: Djakarta, Indonesia


Indonesian Fifth Deputy Premier
Original caption: Close ups of Indonesian Fifth deputy premier Lt. Gen. Suharto.
Image: © Bettmann/CORBIS
Date Photographed: April 15, 1966
Location Information: Djakarta, Indonesia


Indonesian 5Th Deputy Premier Suharto
Original caption: 1966: Indonesian 5th Deputy Premier Lt. Gen. Suharto seated in chair.
Image: © Bettmann/CORBIS
Date Photographed: 1966


Fifteh Deputy Premier Suharto
Original caption: Close ups of Indonesian Fifth deputy premier Lt. Gen. Suharto.
Image: © Bettmann/CORBIS
Date Photographed: April 15, 1966
Location Information: Djakarta, Indonesia


First Indonesian Cabinet Meeting
Original caption: 8/4/1966-Jakarta, Indonesia- Members of the new Indonesian cabinet, formed July 25th, await the start of their first meeting at Freedom Palace. From left are: Chairman of the Presidium General Suharto; President Sukarno; Senior Minister of Economics and Finance S.H. Buwono IX; and Senior Minister of Politics A. Malik.
Image: © Bettmann/CORBIS
Date Photographed: August 4, 1966
Location Information: Jakarta, Indonesia


President Suharto Addresses Parliament
Original caption: 3/4/1967-Jakarta, Indonesia- Indonesia's "de factor" President Gen. Suharto (left) addresses Parliament March 4 for the first time since President Sukarno turned over full executive powers to him late last month. Suharto urged that Parliament be cautious in deciding whether to dismiss President Sukarno from his remaining titular position.
Image: © Bettmann/CORBIS
Date Photographed: March 4, 1967
Location Information: Jakarta, Indonesia


Suharto
Suharto, president of Indonesia since 1967. When Suharto took office, he developed the New Order, aimed to rejuvenate the economy with help from Western investors.
Image: © CORBIS
Date Photographed: 20th century


Indonesian President Suharto with U Thant
Indonesian President Suharto and his wife Siti meet United Nations Secretary General U Thant and his daughter Aye Aye at the United Nations Headquarters in New York.
Image: © Bettmann/CORBIS
Date Photographed: May 28, 1970
Location Information: Manhattan, New York, New York, USA


President Nixon and Suharto Chatting
Original caption: Washington: Indonesian President Suharto pays state visit to President Nixon at the White House. Photo shows Nixon and Suharto in Nixon's oval office.
Image: © Bettmann/CORBIS
Date Photographed: May 26, 1970
Location Information: Washington, DC, USA


President Nixon and Suharto Chatting
Original caption: Washington: Indonesian President Suharto pays state visit to President Nixon at the White House. Photo shows Nixon and Suharto on reviewing stand during welcoming ceremonies.
Image: © Bettmann/CORBIS
Date Photographed: May 26, 1970
Location Information: Washington, DC, USA


Indonesian President Suharto and French President Georges Pompidou
Indonesian President Suharto and French President Georges Pompidou at the entrance of the Elysee Palace during Suharto's official visit to France.
Image: © Henri Bureau/Sygma/Corbis
Photographer: Henri Bureau
Date Photographed: November 13, 1972
Location Information: Paris, France


Suharto and Ronald Reagan
Suharto and Ronald Reagan during Suharto's visit to the White House.
Image: © Dennis Whitehead/Corbis
Photographer: Dennis Whitehead
Date Photographed: October 1982
Location Information: Washington, DC, USA


Suharto
Suharto during his visit to the White House.
Image: © Dennis Whitehead/Corbis
Photographer: Dennis Whitehead
Date Photographed: October 1982
Location Information: Washington, DC, USA


Indonesian President Suharto Meets Indira Gandhi
Indonesian President Suharto visits Indian Prime Minister Indira Gandhi in New Delhi.
Image: © Kapoor Baldev/Sygma/Corbis
Photographer: Kapoor Baldev
Date Photographed: December 1980
Location Information: New Delhi, India


President Clinton with Indonesian President Suharto
Image: © Wally McNamee/CORBIS
Photographer: Wally McNamee
Date Photographed: October 27, 1995
Location Information: Washington, DC, USA


Ronald Reagan Conferring with Suharto
Original caption: Washington: President Reagan meets with Indonesian President Suharto in Oval Office 10/1, where the two leaders began their formal talks.
Image: © Bettmann/CORBIS
Photographer: Ronald T. Bennett
Date Photographed: October 12, 1982
Location Information: Washington, DC, USA


OFFICIAL VISIT OF PRESIDENT SUHARTO TO FRANCE
Image: © Bernard Bisson/Sygma/Corbis
Photographer: Bernard Bisson
Date Photographed: November 24, 1992


OFFICIAL VISIT OF PRESIDENT SUHARTO TO FRANCE
Image: © Bernard Bisson/Sygma/Corbis
Photographer: Bernard Bisson
Date Photographed: November 24, 1992


HILLARY CLINTON ON THE FRINGES OF THE APEC SUMMIT
Image: © MC NAMEE WALLY/CORBIS SYGMA
Photographer: Wally McNamee
Date Photographed: November 16, 1994


SUMMIT FOR SOCIAL DEVELOPMENT IN COPENHAGEN
Image: © Bernard Bisson/Sygma/Corbis
Photographer: Bernard Bisson
Date Photographed: March 12, 1995


FIRST EUROPE-ASIA SUMMIT IN BANGKOK
Image: © Bernard Bisson/Sygma/Corbis
Photographer: Bernard Bisson
Date Photographed: March 2, 1996


SUHARTO'S RESIGNATION
Original caption: The Indonesian dictator has decided to resign after 32 years of power.
Image: © CORBIS SYGMA
Photographer: Jacques Langevin
Date Photographed: May 21, 1998


SUHARTO'S RESIGNATION
Original caption: The Indonesian dictator has decided to resign after 32 years of power.
Image: © CORBIS SYGMA
Photographer: Jacques Langevin
Date Photographed: May 21, 1998


PRESIDENT WAHID VISITS EX-PRESIDENT SUHARTO
Image: © JUFRI KEMAL/CORBIS SYGMA
Photographer: KEMAL JUFRI
Date Photographed: March 8, 2000


PRESIDENT WAHID VISITS EX-PRESIDENT SUHARTO
Image: © JUFRI KEMAL/CORBIS SYGMA
Photographer: KEMAL JUFRI
Date Photographed: March 8, 2000


PRESIDENT WAHID VISITS EX-PRESIDENT SUHARTO
Original caption: Yenny (Wahid's daughter), Abdurrahman Wahid, Suharto and his daughter, Siti Hardiyanta Rukmana.
Image: © JUFRI KEMAL/CORBIS SYGMA
Photographer: KEMAL JUFRI
Date Photographed: March 8, 2000


Indonesia - Former Indonesian President Suharto in Hospital
Former Indonesian President Suharto lies on a bed as he is accompanied by his daughter SIti Hardiyanti Rukmana (L) after he had a Thallium scan at Pertamina hospital, in Jakarta. The health of Indonesia's ailing former dictator Suharto regressed today, with his heart weakening and hemoglobin count low despite receiving a blood transfusion.
Image: © Jurnasyanto Sukarno/epa/Corbis
Photographer: Jurnasyanto Sukarno
Date Photographed: January 8, 2008
Location Information: Jakarta, Indonesia


Indonesia - Former Indonesian President Suharto in Hospital
Former Indonesian President Suharto lies on a bed as he is accompanied by his daughter SIti Hardiyanti Rukmana (L) after he had a Thallium scan at Pertamina hospital, in Jakarta. The health of Indonesia's ailing former dictator Suharto regressed today, with his heart weakening and hemoglobin count low despite receiving a blood transfusion.
Image: © Jurnasyanto Sukarno/epa/Corbis
Photographer: Jurnasyanto Sukarno
Date Photographed: January 8, 2008
Location Information: Jakarta, Indonesia


Hai Royyyyy..................!!!!!
Indonesia - Politics - Former President Suharto
Former Indonesian president Suharto waves to journalists shortly after being visited by former prime minister of Malaysia Mahatir Muhammad. The Attorney General may drop its plan to re-examine former president Suharto to determine whether he is fit to stand trial because it could cost too much money. Past efforts to bring Suharto to court on corruption and human rights charges have been derailed by a statement from a team of government doctors, which said the former president was unfit to stand trial because of brain damage and permanent injury to his nervous system.
Image: © Mast Irham/epa/Corbis
Photographer: Mast Irham
Date Photographed: May 3, 2006
Location Information: Jakarta, Indonesia


DAKAR: O.C.I. ISLAMIC SUMMIT: ARRIVAL
Image: © ORBAN THIERRY/CORBIS SYGMA
Photographer: Thierry Orban
Date Photographed: December 9, 1991

Selamat jalan Pak Harto..

16 January 2008

Career Days AIESEC, Jakarta (30 & 31 January 2008)


Buat yang akan atau baru lulus kuliah, atau mungkin yang sudah kerja tapi pengen cari kesempatan untuk pindah kerja ke tempat yg lebih baik (some says.. neighbour's hive grass always look greener). Ada kesempatan bagus. Tanggal 30 dan 31 Januari 2008 nanti di Istora Senayan, Jakarta akan diadakan Career Days (atau orang suka bilang Bursa Tenaga Kerja).

Website resmi Career Days ini bisa dilihat di website http://carreerdays.co.id. Kegiatan yg menurut websitenya ini telah diadakan pada tahun ke-15 bertujuan untuk menjembatani gap antara lingkungan pendidikan dengan masyarakat bisnis, karena hubungan yg positif diantara kedua institusi ini akan menguntungkan kedua belah pihak, yg mana dalam jangka panjang, akan benkontribusi secara langsung untuk kemajuan bangsa.

Menurut websitenya juga, requirement minimum untuk masing-masing pendaftar antara lain.

  • Memiliki IPK minimum 2.75
  • Telah menyelesaikan mini 120 SKS
  • Berusia maksimal 28 tahun
  • Faseh (cielah... Arab pisan) bahasa Inggris lisan dan tulisan
Perusahaannya yg kabarnya ikut dalam Bursa Tenaga Kerja ini juga banyak, antara lain PriceWaterhouseCoopers, Maersk, Total, P&G, Accenture, Bank Danamon, Toyota, Standard Chartered, dll.

So, klo mau kesini, jangan lupa update CV-nya, bawa pas foto, lalu silahkan 'jual diri' anda. Hehe..

08 January 2008

Hemat Energi

Ada diskusi dari milis IA-ITB mengenai direktur PLN, Ali Herman Ibrahim, yg diberhentikan karena dianggap lalai menangani kelangkaan batubara sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Adapun hikmah dari kejadian ini adalah suatu perlunya suatu pemikiran ulang mengenai lokasi PLTU batubara kenapa harus di pulau Jawa, bukannya di lokasi tambang batubara tersebut berada? Coba bayangkan jika program pembangkit 10.000 MW yang sedang dicanangkan bila semuanya beroperasi akan membuat pelabuhan di pulau Jawa akan sangat sibuk bongkar muat batubara. Belum lagi dengan berbagai implikasi lainnya terutama masalah-masalah lingkungan.

Walau demikian, gw ga akan bahas tentang direktur PLN ini dan problematik logistik dari batubara ini. Karena yg bikin gw tertarik adalah komentar dari Pak Pekik A. Dahono. Untuk informasi tambahan saja, Pak Pekik ini adalah salah satu dosen di Teknik Elektro ITB (sekarang namanya STEI ITB - Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB). Gw pribadi pernah ngambil salah satu kuliah yg diajar beliau, yaitu Elektronika Daya (ELDA). Beliau mengajar kuliah ini bersama dosen lain, yaitu Pak Agus Purwadi. Gw inget banget karena, kalo ga salah, gw satu-satunya yg dapet A di kuliah ini waktu itu. Kenapa bisa dapet A? Karena kebetulan soal-soal di UAS adalah tidak lain bahan yang gw pelajari waktu Kerja Praktek. Hehehe..

Kembali ke komentar Pak Pekik, beliau bilang bahwa
"Lebih mudah menghemat 1 MW dibanding membangkitkan 1 MW energi listrik. Artinya, orang pulau Jawa harus melakukan penghematan energi listrik secara serius. Saya lihat orang pulau Jawa masih banyak melakukan pemborosan, dan banyak cara untuk menghemat. Alasan tidak mau menghemat klasik kok. Kalau listriknya murah, kenapa mesti menghemat? Jadi pokok permasalahannya ada di subsidi. Kenapa listrik di pulau Jawa harus disubsdi?" Mungkin sering denger promosi PLN untuk menghemat listrik dengan cara mematikan 2 titik lampu (yang tidak digunakan tentunya) setiap harinya. Bayangkan jika setiap rumah di Jawa & Bali melakukan penghematan ini, maka daya yg kita hemat adalah sebesar 762.5 MW (dengan asumsi jumlah pelanggan PLN Jawa & Bali adalah 30,5 juta - data 2004. Jawa & Bali adalah adalah daerah konsumen terbesar listrik di Indonesia). Masuk akal kan logika menghemat listrik lebih mudah daripada membangkitkan?

Gimana caranya menghemat listrik / energi? Banyak..!! Antara lain saran yg dikemukakan Pak Pekik,

  1. TV plasma/LCD atau monitor LCD mengkonsumsi energi 25% dibanding TV atau monitor tabung. Screen saver bukanlah energy saver.
  2. Simpan air panas di termos, jangan pakai dispenser.
  3. Kulkas modern mengkonsumsi energi 20% dibanding kulkas generasi 1980-an.
  4. Penggunaan VSD (Variable-Speed Drive) pada pompa dan fan jauh lebih hemat menggunakan energi dibanding pengaturan dengan valve atau throtle. Dalam banyak kasus, waktu payback kurang dari 2 tahun.
  5. Total owning cost (TOC) lampu hemat energi hanya 20% dari TOC lampu pijar konvensional.
Walau bagaimana pun, kita sekarang sangat bergantung sekali dengan energi yg tidak dapat diperbaharui (energi fosil). Karena tidak dapat diperbaharui, suatu saat sumber energi ini akan habis, oleh sebab itu kita harus berhemat dalam pengunaan energi ini. Dan yang penting lagi, hemat energi tidak identik dengan tanpa lampu, tanpa TV, tanpa AC, atau tanpa hiburan. Kalau itu berguna dan terbukti meningkatkan produktivitas, maka ya boleh untuk digunakan. Marilah kita menghemat pengunaan energi sebagaimana rumus 3M dari Aa' Gym (entah kemana Aa' ini) yang berarti Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal-hal yang kecil, dan Mulai saat ini juga.

18 December 2007

ERP (Electronic Road Pricing) di Jakarta?

Kemaren sore, gw nonton berita di salah satu stasiun televisi swasta, ERP (Electronic Road Pricing) akan mulai diberlakukan di Jakarta mulai 'sometime' di 2008. Sistem ERP ini akan menggantikan sistem 3 in 1 yg sudah diaplikasikan selama 12 tahun, dan dianggap kurang efektif untuk mengurangi kemacetan di Jakarta.

Apaan sih itu ERP? Gw pertama kali mendengar istilah ERP ketika gw di Singapura. Jadi, klo gw jelasin dengan kalimat gw sendiri seperti ini. Ada gerbang yg gede (sensor) yg akan mendeteksi setiap mobil/motor yg melewati gerbang itu. Jika kita melewati gerbang itu pada suatu waktu tertentu, maka kita diharuskan membayar sejumlah uang tertentu. Bayarnya gimana? Sistemnya akan secara automatis mengurangi sejumlah uang yg ada di dalam cash card kita. Cash card ini bisa kita isi ulang jika nominal di dalam cash card sudah habis (seperti layaknya pre-paid simcard). Cash Card ini akan kita masukkan ke dalam In-vehicle Unit (IU). IU inilah yg dideteksi oleh gerbang ERP. Jadi setiap mobil/motor di Singapura, harus punya IU. Sistem ERP ini juga digunakan ketika kita ingin parkir di Mall atau Kantor.

Ketika gw nonton kemaren di tv, sistem ERP ini disimulasikan seperti layaknya Tol. Dimana ada loket dan gerbang penutup. Loket ini diperuntukkan untuk membayar ERP secara manual, jika dalam nominal dalam IU tidak mencukupi untuk melewati gerbang. Tidak sama seperti sistem ERP di Singapura. Yg gw bayangkan dengan sistem gerbang ini, mmm... bukannya makin lancar tapi makin macet karena mobil-mobil pasti mengantri untuk membayar ERP. *sigh* Pusing ya?

Berita laen yg gw denger, jumlah yg harus kita bayar untuk memasukki daerah ERP ini kira-kira sekitar 6-8 ribu rupiah. Lumayan ya? Ya.. Mungkin dengan ini mereka berharap agar jumlah pengguna mobil pribadi berkurang. Atau... Ada yg bilang, ini artinya hanya orang-orang yg kaya saja yg punya mobil.

Apapun itu, gw harap setiap keputusan dari Gubernur DKI Jakarta itu sudah dipikirkan masak-masak dan dieksekusi dengan planning yg baik. Jangan seperti Busway yg asal main bangun koridor tapi kualitas tiap koridor sangat memprihatinkan. Belum lagi jalur Busway yg asal bangun dan tanpa rambu peringatan/petunjuk yg sangat membahayakan untuk kendaraan lain.

12 December 2007

Hati-hati dgn Rambu Lalu Lintas Baru

Buat yg biasa bawa mobil/motor di Jakarta. Harap berhati-hati ketika jalan. Apalagi klo melihat rambu baru seperti di samping. Sepintas rambu di samping ga ada bedanya dengan rambu-rambu penunjuk jalan pada umumnya. Trus, apa menariknya postingan ini klo rambunya biasa aja. Eiiitsss.. Tunggu dulu. Klo lu perhatiin, di bawah tulisan Blok M ada tulisan "22 - 06 KHL". Apaan tuh?

Ternyata eh.. ternyata.. KHL adalah kepanjangan dari 'Kecuali Hari Libur'. Jadi maksud rambu di samping, belok ke kanan ke arah Kuningan & Blok M hanya diperbolehkan setelah pukul 22.00 (10 malem) sampai 6.00 pagi keesokan harinya, kecuali hari libur.

Rambu model baru ini, menurut imel yg saya terima, digunakan untuk menggantikan rambu 'dilarang belok kanan, kecuali..... Menurut imel ini juga, rambu-rambu serupa seperti ini juga sudah dipasang di daerah Menteng, Blok M, dan Pondok Indah. Si penulis imel berbaik hati menyebarluaskan imel ini setelah doi kena tilang oleh polisi karena dia juga tidak mengerti arti dari rambu ini.

Thank you mas, jasa baik anda tidak akan kami lupakan. Untuk yang laen... Waspadalah!! Jika tidak, 50 ribu melayang.. Hehehe.. :)

05 December 2007

Polisi oh.. Polisi...


Entah kenapa, dari dulu gw paling males berurusan dengan yg namanya Polisi. Setiap polisi tegak di persimpangan jalan atau di pinggir jalan, yang terlintas pasti 'pikiran-pikiran buruk'. Hehe.. Gw pribadi sih belum punya pengalaman buruk dengan Polisi sih.., yah.. paling buruk juga paling ditilang polisi di Bandung gara-gara gw nerobos lampu merah. Bayar deh 10rb (untung ada kartu mahasiswa). Cerita tilang yg laen itu ketika gw bawa mobil 'mantan pacar' gw di daerah Kosambi, Bandung. Ga liat rambu ga dilarang masuk, langsung aja masuk. Tanpa ba-bi-bu, sang polisi sudah menunggu di depan jalan (kayak jebakan sih menurut gw). Yah.. melayang lagi duit gw. Hehe.. :)

Baru dapet dari sebuah milis.. Ada yg 'nekat' ngerekam tingkah negatif polisi ini dan di-broadcast di Youtube. Memalukan? Memang... Tapi beginilah adanya keadaannya di sini. Jeleknya lagi, mentang-mentang yg ditilang itu bule, jadi polisi seperti 'memanfaatkan' sekali ketidaktahuan bule ini.



Gimana? Eneg juga ya? Yah.. Semoga kedepannya Polisi kita makin beradab.. Amiiiinnn..